Pengendalian keluaran (output controls) ialah pengendalian intern untuk mendeteksi jangan sampai informasi yang disajikan tidak akurat, tidak lengkap, tidak mutakhir datanya, atau didistribusikan kepada orang-orang yang tidak berhak. Kemungkinan resiko yang dihadapi yang terkait dengan keluaran ialah seperti telah disebutkan di atas: laporan tidak akurat, tidak lengkap, terlambat atau data tidak uptodate, banyak item data yang tidak relevan, bias, dibaca oleh pihak yang tidak berhak. Dalam sistem yang sudah lebih terbuka (menggunakan jaringan komuni-kasi publik) potensi akses oleh hacker, cracker atau orang yang tidak berwenang lainnya menjadi makin tinggi.
Pengendalian keluaran merupakan pengendalian yang dilakukan umtuk menjaga output sistem agar akurat lengkap, dan digunakan sebagaimana mestinya. Pengendalian keluaran (output controls) ini didesain agar output/informasi disajikan secara akurat, lengkap, mutakhir, dan didistribusikan kepada orang orang yang berhak secara cepat waktu dan tepat waktu. Pengendalian keluaran ini dilakukan untuk menjamin agar output/informasi yang disajikan adalah akurat, lengkap, mutakhir dan didistribusikan kepada orang-orang yang berhak.

Berdasarkan definisi tersebut, pengendalian output dikelompokkan menjadi 3 bagian, yaitu:
- Preventive Objective Control
Merupakan instruksi (perintah) yang ditempatkan pada dokumen sumber untuk mencegah/menjaga terjadinya kesalahan dalam pengisiannya. Misalnya ialah perlunya disediakan tabel pelaporan: jenis laporan, periode pelaporan, dan siapa pengguna, serta check-list konfirmasi tanda terima oleh penggunanya, prosedur permintaan laporan rutin/on-demand, atau permintaan laporan baru.
- Detective Objective Control
Merupakan pengendalian ini digunakan untuk menemukan/mengetahui bila terjadi kesalahan data yang di-input di dalam sistem. Misalnya ialah cek antar program pelaporan, perlunya dibuat nilai-nilai subtotal dan total yang dapat diperbandingkan untuk mengevaluasi keakurasian laporan, judul dan kolom-kolom laporan perlu didesain dengan sungguh -sungguh.
- Corrective Controls
merupakan pengendalian ini digunakan untuk memperbaiki masalah yang ditemukan pada Detective Control. Pengendalian ini terdiri dari program yang menggunakan kode khusus yang dapat memperbaiki data yang rusak/error karena kesalahan pada komunikasi on line. Misalnya ialah prosedur prosedur klaim ketidakpuasan pelayanan, tersedianya help-desk dan contact person, persetujuan dengan users mengenai service level yang disepekati.
Jenis pengendalian output control:
- Rekonsiliasi keluaran
- Penelaahan dan pengujian hasil pengolahan
- Distribusi keluaran
- Record retention
Secara umum, fungsi dari output kontrol adalah untuk menekan kerugian yang mungkin timbul akibat kejadian yang tidak diharapkan yang mungkin terjadi pada sebuah sistem.
sumber :
1. http://khoirulanwar-tugas.blogspot.com/2011/11/pengendalian-internal-dan-sia.html
2. https://andrian75.wordpress.com/2012/03/26/pengendalian-output/